Jika kamu sering melewati Jalan Cipaganti, khususnya sebelum masjid cipaganti, mungkin kamu pernah melihat keramaian yang ada di sebelah kiri jalan. Di sebuah tenda berwarna hijau dan dilamnya terlihat asap yang mengebul.Eitss jgn takut dulu. Itu bukan kebakaran kok. Itu Cuma asap yang berasal dari Iga Bakar Si Jangkung. Mungkin kamu semua banyak yang bertanya-tanya kenapa namanya Iga Bakar Si Jangkung? apa karena dagingnya tinggi-tinggi (jangkung)? Bukan, tetapi karena nama pemiliknya yaitu Hariyanto yang biasa dipanggil Jangkung.
Disini, kamu akan melihat banyak cobek yang digunakan untuk memasak sekaligus untuk menghidangkan masakan-masakan yang ada disini. Menu yang ada di Iga Bakar Si Jangkung ada bermacam-macam. Diantaranya ada iga bakar sapi, iga bakar kambing, tongseng, kesrengan dll.

Namun, Menu andalan disini adalah iga bakar sapi dan kambing. Iga bakar disajikan di cobek yang panas dengan kuah yang berupa campuran minyak, kecap, serta bumbu-bumbu dan irisan tomat. Menu lainnya di sini adalah sate ayam dan sate kambing. Uniknya sate disini tidak menggunakan tusukan, tetapi dibiarkan dalam bentuk potongan-potongan. Makanya nama menu ini adalah sate potong sapi, sate potong ayam, atau sate potong kambing. Untuk harganya, iga bakar dipatok dengan harga Rp 15.000 dan untuk kesrengan Rp.17.000. Untuk jam bukanya, Iga Bakar Si Jangkung buka dari pukul 18.00 sampai tengah malam.
Selain di Cipaganti, Iga Bakar Si Jangkung juga ada di Jalan Dago (The Kiosk) dan di Yogya Department Store yang buka sejak tengah hari sampai jam 22.00. Iga Bakar Si Jangkung juga ada di dekat Universitas Maranatha atau 100 meter dari gerbang tol Pasteur, dengan jam buka mulai pukul 18.00 sampai tengah malam.





